Perkembangan IT bermula apabila Generasi Komputer Digital wujud. Generasi
pertama wujud pada tahun 1951-1958. Pada ketika itu tiub vakum telah digunakan
sebagai elemen logik utama. Input terhadap komputer menggunakan kad tebuk dan
data disimpan dengan menggunakan storan luaran. Storan dalamannya pula
menggunakan drum magnetik. Aturcara ditulis dalam bahasa mesin dan bahasa
himpunan.
Generasi Kedua (1959-1963) menggantikan tiub vakum dengan transistor sebagai
elemen logik utama. Pita magnetik dan cakera pula telah menggantikan kat tebuk
dan bertindak sebagai peralatan storan luaran. Bahasa pengaturcaraan aras tinggi
Transistor pula telah digantikan dengan litar bersepadu pada era Generasi Ketiga
(1964-1979). Pita magnetik dan cakera menggantikan kad tebuk sepenuhnya dan
ingatan metal oksida semikonduktur (MOS) diperkenalkan. Bahasa lebih tinggi telah
di bangun seperti Basic. Komputer Generasi Keempat seperti hari ini menggunakan
litar bersepadu berskala (LSI dan VLSI). Mikroprosessor mengandungi litar ingatan,
logik dan kawalan direka dalam satu cip sahaja. Komputer pribadi mula di Growth of
information technology can improve performance and enable various activity can
be executed swiftly, precisely and accurate , so that finally will improve
productivity. Growth of information technology show the popping out of various
activity type being based on this technology, like e-government, e-commerce,
e-education, e-medicine, e-laboratory, and other, which is all the things have
electronics based
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan
memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan
akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkem-bangan
teknologi informasi memper-lihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang
berbasis pada teknologi ini, seperti e-government, e- commerce, e-education,
e-medicine, e-e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan
elektronika.
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga
memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi,
distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke
dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut
sebagai masyarakat pasca industri.
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi
menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga
jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village. Sehingga sering kita
dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata
kebenarannya.
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan
telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai
teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari
pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka
(Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible
Learning‿. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang
“Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru
tidak lagi diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat
luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan
tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan
sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti
perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN
ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer
data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus
meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang
memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga
jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. perkenalkan oleh Apple (1984)
dan IBM (1981) untuk kegunaan di rumah. Sistem pengoperasian MS-DOS
digunakan secara meluas. Bahasa pengaturcaraan generasi keempat yang
dibangunkan adalah seperti Visual C++ dan Visual Basic dengan ciri-ciri pengguna
antaramuka bergrafik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar